Di Jasinga ada sebuah tradisi yang dinamakan gegender, sebuah ritual yang dilakukan sehari sebelum melakukan hajatan atau pernikahan. Gegender adalah aktifitas menumbuk beras pada lisung atau lesung sampai beras tersebut halus menjadi tepung.
Gegender tersebut adalah aktifitas yang dilakukan lebih dari 2 orang. Intonasi bunyi benturan kayu mengeluarkan perpaduan suara tumbukan beras/padi pada lesung yang akan memiliki irama yang indah beriringan.