Malam larut... Hati menghitam, aku menggila
Fajar tiba... Kesadaran hilang, aku menjelma
Rembulan bersaksi, matahari mencatat, malu pun tak ada
Aku takabur,... Di habiskannya waktu demi waktu
Dalam dosa. Engkau (Tuhan) tak ku ingat pada pagi dan petang.
Dalam tidur dan terjaga, dalam hangat dan dingin tak terasa.
Satu hendak tak pernah ku duga, ... Terjaga setiap pagi&petang
Melelahkan alam pikir kenapa Aku diasingkan, hilang sirna dr pandangan
Dulu bermahkota kini tinggal cerita
Dulu kebanggaan kini tinggal kenangan
Dalam tidur dan terjaga.... Sisa yg tak bs aku selesaikan.
Seketika duniaku terbalik, sebab aku lupa itu kenapa Engkau (Tuhan)
melupakanku.
Seketika hidupku terbalik, kini tinggal noda sebab itu Engkau (Tuhan) mengujiku.
Tak dapat aku bersembunyi, setiap aku ingat.... Nampaklah itu bagai layar kaca.
Air mata meleleh... Aku menyerah...
Tuhan... Seandainya ini sebuah keadilan dr takdirku
Maka kuatkanlah aku menerima keadilan dalam hatiku.
Yogya 9 Juli 2018
Labels: Elegi, Religi, Seni dan Budaya