Pondok
pesantren krincing bernama sirojul mukhlasin II terletak digununglawak,
krincing, secang magelang, jawa tengah. Tepat bersebelahan dengan perumahan
Vila Krincing Permai. Akses ke Pondok Pesantren ini melalui jalur arah
Yogyakarta – Semarang. Jalur ini padat dilalui oleh kendaraan-kendaraan roda
dua dan roda empat, mulai dari kendaraan umum dan kendaraan pribadi karena
akses Yogyakarta-Semarang hanya dilalui satu jalan secang ini. Sehingga sangat
mudah ditemukan dan tidal sulit untuk dicari.
Pondok
Pesantren ini sangat terkenal dikabupaten malang bahkan hingga ke Luar Negeri,
karena banyak juga santri-santrinya yang berasal tidak hanya dari dalam negeri
indonesia tetapi dari Luar Negeri.
Pemilik
Pesantren Krincing ini bernama Kyai H. Muhlisun yang kepemimpinnya secara
turun-temurun dari kakek buyutnya kyai H. Muhlisun yang didirikan 102 Tahun
yang lalu. Nama Pesantren Krincing atau biasa dikenal juga Pesantren Sirojul
Mukhlasin II, dan ada pula Sirojul Mukhlasin I yang berlokasi di payaman.
Saya hanya
sedikit berbagi bercerita dalam tulisan ini apa yang pernah saya alami menjadi
santri di Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II atau Pondok Pesantren satu-satunya
dan bagian yang terbesar di daerah Krincing, sehingga masyarakat umum lebih
mengenal dengan nama pondok pesantren krincing, karena pemilik atau pengasuh
pesantren Sirojul Mukhlasin I atau II
diasuh oleh orang yang sama. Sehingga ketika di area krincing menyebutkan
pesantren krincing maka orang-orang sekitar ataupun masyarakat krincing akan
tertuju kedapa sang tokoh Kyai
Mukhlisin.
Pondok
Pesantren Krincing tidak ada yang beda dari pondok pesantren lainya yang ada di
tanah air, terutama ditanah jawa, akan tetapi setiap pondok memiliki cara
ataupun kebijakan pengurus pesantren untuk menerima para santri-nya.
Sesuatu hal
yang unik bagi saya saat mendaftarkan diri menjadi murid atau santri di Pondok
Pesantren Krincing adalah layaknya sekolah umum atau calon siswa bisa diterima
sebagai siswa sekolah tersebut harus memenuhi syarat yang diberlakukan untuk
dan bagi sicalon siswa contohnya nilai dari sekolah sebelumnya seperti NEM atau
Hasil UAN, begitupula di Pesantren Krincing memberlakukan syarat yang harus
ditempuh oleh peserta atau calon santri sebelum mereka diterima sebagai santri
pondok pesantren krincing.
Adapun
syarat yang diwajibkan peserta atau calon santri untuk mengikuti pelatihan
selama satu tahun yang terbagi pada beberapa tahap diantaranya dengan mengikuti
cara berdakwah selama 8 bulan dan 4 bulan dengan metode suluk agar santri
menjadi orang yang salik.
Metode atau
cara ini pelatihan untuk memperbaiki diri atau dikenal dengan istilah islah
diri dengan berdakwah. Metode penerapan ini mengadopsi pemahaman pengurus
pesantren krincing atau sang Kyai dari seorang tokoh ulama besar asal Kandahlah
India yang nasabnya berakhir pada seorang sahabat nabi Muhammad yaitu saidina
Abu Bakar Shidiq. Pemahaman ini dikenal dengan nama Usaha Dakwah atau Tabligh
yang kemudian lebih umum dalam pengucapan Jamaah Tabligh, Jamaah Khuruj, Jamaah
Jaulah. Program ini bertujuan untuk memakmurkan masjid dengan cara
berpindah-pindah dari masjid ke masjid lainnya.
Pada
program pemahaman pelatihan akan dikenalkan dengan istilah Khuruj Fisabilillah
(Keluar untuk tujuan diJalan Allah) dengan cara mengambil pelajaran dari hal-hal
yang kurang baik menjadi lebih baik lagi dengan perbaikan diri dan mendakwahkan
Risalah Rosulullah.
Khuruj
terbagi pada 3 tahapan waktu yaitu, Nisab (Masa Hitungan). Program 3 hari dalam
1 bulan, 40 hari dalam 1 tahun dan 4 bulan dalam seumur hidup. Program pelatihan
ini yang diwajibkan bagi calon santri yang ingin masuk menjadi santri ke pondok
pesantren Sirojul Mukhlasin sehingga mutlak untuk mengikuti pelatihan ini.
Sang Kyai
mewajibkan khuruj selama 8 bulan dan membaginya pada beberapa tempat, 4 bulan
di Ancol Jakarta karena sang kyai memiliki Pondok pesantren di daerah Ancol
Jakarta. Maka para calon santri akan disebar diarea itu selama 4 bulan lamanya,
dan 4 bulan berikutnya akan disebar ke polosk jawa tengah di mulai dari
krincing, secang, magelang. Kemudian 4 bulan mengikuti pelatihan program suluk
atau dikenal dengan metode tasawuf agar para calon santri sudah siap dalam
keadaan salik saat masuk menjadi santri pondok krincing. Metode dan pelatihan
program 1 tahun ini dikenal sebagai istilah Berpayaman 1 tahun. Bagi anda atau
anak putra anda berminat untuk memasukan ke pondok pesantren Sirojul Mukhlasin
harus siap untuk mengikuti syarat mutlak program berpayaman 1 tahun.
Sesuatu hal
yang menarik dari pondok pesantren sirojul mukhlasin II atau dikenal dengan
pondok krincing hampir seluruh penduduk desa dan perumahan disekeliling
mengikuti program metode dakwah yang diambil dari pemahaman sang Kyai, sampai
beberapa Kost-kostan atau kontrakan rumah dikhususkan untuk para santri yang
mengikuti mondok dipesantren pondok krincing. Bagi yang sudah berkeluarga bisa
mondok di pesantren krincing.